Tatkala pegunungan masih disaput mega
Tatkala rerumputan masih berselimutkan embun
Seekor burung elang di sarang
Menggeliatkan sayapnya yang hitam legam
Ia baru saja terbangun dari mimpinya yang indah
Tatkala ia masih bersama kekasihnya
Tatkala ia selalu terbang bersama pasangannya
Melewati hari-hari yang selalu penuh dengan kebahagiaan
Hari-hari yang selalu dilewatkan dengan kebersamaan
Penuh kemesraan
Penuh kenangan
Kini sarangnya selalu sepi dari tawa
Kini hidupnya telah jauh dari ceria
Karena betina pasangannya
Telah dibawa terbang elang yang lain
Karena betina kekasihnya
Telah terpikat pasangan yang lain
Hangat mentari pagi yang ramah
Telah menyadarkannya dari lamunan akan mimpi
Senyum mesra mentari yang selalu
Memancarkan kasih sayang
Dekap hangat mentari yang selalu
Menjanjikan kebahagiaan
Ya, ia ingat sekarang
Ketika ia terbang kemarin siang
Dari kejauhan ia melihat telaga yang tenang
Yang sekelilingnya ditumbuhi pohon-pohon
Yang rindang
Ia akan coba menghampirinya
Ia akan coba mengunjunginya
Ia berharap akan bisa hinggap
Pada salah satu dahan pohon
Di pinggiran telaga itu
Ia berharap akan bisa menjadi
Teman setia telaga itu
Telaga yang selalu menggambarkan ketenangan
Telaga yang selalu memancarkan kearifan
Telaga yang selalu menyuguhkan kesabaran
Telaga yang selalu memberikan kasih sayang
Ia akan coba menyayanginya
Ia akan coba untuk setia menjaganya
Elang berharap telaga itu adalah
Pelabuhannya yang terakhir
Yang akan menjadi sahabat setia hidupnya
Yang akan menjadi tumpuan harapannya
Yang akan menjadi tumpahan keluh kesahnya
Ya, itulah harapannya
Itulah dambaannya
Dan ia yakin harapannya tidaklah
Tinggal harapan
Dan ia yakin dambaannya bukanlah
Hanya sekedar angan-angan
Elangpun terbang dari sarangnya
Membungbung ke langit biru
Menyongsong segala asanya
Menyambut kebahagiaan
Yang akan diraihnya
Senandungnya kini
Bukanlah keputusasaan
Dendang-dendangnya kini
Bukanlah nada kepahitan
Pabila kita dengar nyanyian kidung kasmaran
Itulah senandung sang elang
Yang sedang riang
Pabila kita cium kembang setaman
Itulah yang dibawa sang elang
Untuk pujaannya, sang telaga tenang.-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar