Minggu, 12 Februari 2012

Bingkai Sebuah Mimpi

Aku telah dikejar bayangan sendiri
Dan ketika kutemui orang-orang makin banyak bayangan yang mengejar
Mengejar dan terus mengejarku
Sampai kakiku lelah, sampai hatiku lelah

Sampai kakiku tak lagi bisa kugerakkan
Sampai hatiku tak lagi bisa merasakan
Dan bayangan itu tersenyum sinis ke arahku
Yang kemudian menyeringai, tertawa

Tertawa dan terus tertawa sampai telingaku tak kuat lagi untuk mendengarnya
walau kututup dengan kedua belah telapak tanganku
suara itu terus menggema, menggema dan terus menggema
Aku tak ingat apa-apa lagi

Dan aku terjaga saat ada suara lembut memanggil namaku
Tapi suara itu begitu aku kenal
Dan rasanya suara itu tak pernah terpisah dariku
Sepanjang usiaku sekarang, mungkinkah itu aku?

Kucoba untuk membuka kelopak mataku
Dan hei... bukaankah itu aku?
Bukankah yang ada di hadapanku
Adalah diriku sendiri?

Tapi mana mungkin aku bisa melihat
Diriku sendiri?
Iya terseyum kepadaku
Dan kucoba membalas keseyumanmu itu
Walau dalam kegetiran

Apa yang terjadi pada diriku
Wahai kembaran jiwaku
Aku begitu lelah,lelah sekali
Kasihan sekali belahan jiwa ku

Engkau lelah dikejar bayang-bayang mu
Dan bayang bayang orang orang yang kau temui
Duhai jiwa yang selalu yang membahagikan orang lain
Duhai diri yang selalu ingin berkorban untuk orang lain

Sesunguhnya semakin engkau berusaha mewujudkan impianmu
Sesungguhnya semakin engkau berusaha merealisasikan keinginanmu
Sebenarnya semakin jauh kau tinggalkan cita-citamu
Keinginan dan impianmu adalah hal yang mustahil untuk diwujudkan

Tak mungkin kita mampu membahagiakan semua orang
Karena tidak semua orang membutuhkan kita
Ketika kita menyadari bantuan
Dan wujud kebahagiaan yang coba kita berikan
Tak berarrti apa-apa hanyalah sia-sia

Sebenarnya disana kekecewaan itu kau rasakan
Dan semakin sering kekecewaan seperti itu kau rasakan
Maka kelelahan pun akan kau dapatkan terus kau dapatkan
Maka suatu saat kau tak akan mengenal dirimu sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar